Wednesday, April 14, 2021

Puasa dan Autophagi

PUASA DAN AUTOPHAGI*

Konsep autophagi adalah membuat tubuh lapar. Ketika tubuh seseorang lapar, maka sel-sel tubuhnya pun ikut lapar.
Sel-sel yang lapar ini akan memakan sel-sel dirinya yang sudah tidak beguna lagi atau sel-sel yang telah rusak atau sel mati, agar tidak menjadi sampah dalam tubuh.
Dengan demikian sel-sel mati ini tidak akan menghasilkan sesuatu yang bisa membahayakan tubuh...
Jadi, tubuh orang yang berpuasa akan membersihkan dirinya sendiri!!..

Ilmuwan bernama Yoshinori Ohsumi ini telah membuktikan dan menemukan bahwa ketika seseorang lapar (PUASA) dalam jangka waktu tidak kurang dari 8 jam dan tidak lebih dari 16 jam, maka tubuh akan membentuk protein khusus di seluruh tubuh yang disebut *autophagisom*...

*Autophagisom* tersebut bisa dianalogkan sebagai suatu sapu raksasa yang mengumpulkan sel-sel mati yang tidak berguna dan bisa  membahayakan tubuh untuk dikeluarkan...

Sel-sel mati ini banyak dihasilkan oleh sel kanker dan sel berbentuk kuman (virus atau bakteri) penyebab penyakit...

Protein *autophagisom* tersebut menghancurkan dan memakan sel-sel berbahaya tersebut, lalu mengeluarkannya...

*Sebagai kesimpulan dari riset ini, dokter Yoshinori Ohsumi menyarankan agar seseorang bisa menjalani praktek melaparkan diri (PUASA) dua atau tiga kali dalam seminggu.*

Penelitian ini telah memenangkan penghargaan *NOBEL KEDOKTERAN* kepada dokter Yoshinori Ohsumi atas riset yang ia namakan *AUTOPHAGI.*

Alhamdulillah bagi Muslim, disunnahkan puasa Senin dan Kamis, dan diwajibkan bagi yang beriman berpuasa selama 1 bulan di Bulan Ramadhan...

Artinya bahwa konsep AUTOPHAGI sesungguhnya sudah disarankan sejak 15 abad yang lalu oleh Rasulullah SAW....
Tinggal kita mempraktekkannya dengan tata cara puasa yang benar...

*Wallahu a'lam bishawab*

Untuk artikel komplit silakan buka link berikut ini.  ๐Ÿ‘‡

https://www.nobelprize.org/prizes/medicine/2016/press-release/
-------------

*_Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1442 H. Semoga ibadah kita selama bulan Ramadhan 
diterima Allah Subhanahu Wata'ala. Aamiin Yaa Rabbal'aalamiin๐Ÿคฒ๐Ÿคฒ

Tuesday, February 16, 2021

10 Sifat Isteri Yang Memudahkan Rezeki Suami

10 Sifat Isteri Yang Memudahkan Rezeki Suami.

Banyak suami yang mungkin tidak tahu bahawa rezekinya dengan izin Allah mengalir lancar atas peranan isteri. Memang tidak dapat dilihat secara mata kasar, namun dapat dijelaskan secara spiritual bahawa 10 sifat isteri ini ‘membantu’ mendatangkan rezeki untuk suaminya.

1. Isteri yang pandai bersyukur.

Isteri yang bersyukur atas segala kurnia Allah pada hakikatnya dia sedang mengundang tambahan nikmat untuk suaminya. Termasuk rezeki. Ada suami, bersyukur. Menjadi ibu, bersyukur. Anak-anak dapat mengaji, bersyukur. Suami memberikan nafkah, bersyukur. Suami memberikan hadiah, bersyukur. Suami mencintai setulus hati, bersyukur. Suami memberikan kenikmatan sebagai suami istri, bersyukur.

“Dan ingatlah ketika Tuhanmu memaklumkan: jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu dan jika kamu mengingkari (nikmatKu) maka sesungguhnya adzabku sangat pedih” (QS. Ibrahim: 7).

2. Isteri yang tawakkal kepada Allah.

Di saat seseorang bertawakkal kepada Allah, Allah akan mencukupkan rezekinya.
“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath Thalaq: 3).

Jika seorang isteri bertawakkal kepada Allah, sedangkan dia tidak bekerja, dari mana dia memperoleh rezekinya. Allah akan mencukupkannya dari jalan lain, tidak diberikan kepada wanita tersebut secara langsung. Boleh jadi Allah akan memberikan rezeki yang banyak kepada suaminya, lalu suami tersebut memberikan nafkah yang cukup kepada dirinya.

3. Isteri yang baik agamanya.

Rasulullah menjelaskan bahawa wanita dinikahi kerana empat perkara. Kerana hartanya, kecantikannya, nasabnya dan agamanya.

“Pilihlah kerana agamanya, nescaya kamu beruntung” (HR. Al Bukhari dan Muslim).
Beruntung itu beruntung di dunia dan di akhirat. Beruntung di dunia, salah satu aspeknya adalah dimudahkan mendapatkan rezeki yang halal.

Cuba kita perhatikan, insya Allah tidak ada satu pun keluarga yang semua anggotanya taat kepada Allah kemudian mereka mati kelaparan atau nasibnya susah. Jadi bagaimana dengan seorang suami yang banyak bermaksiat kepada Allah tetapi rezekinya lancar? Mungkin kerana Allah hendak memberikan rezeki kepada isteri dan anak-anaknya melalui dirinya. Jadi berkat taqwa istrinya dan bayi atau anak kecilnya yang belum berdosa, Allah kemudian mempermudah rezekinya. Suami seperti itu sebenarnya berhutang pada isterinya.

4. Isteri yang banyak beristighfar.

Di antara keutamaan istighfar adalah mendatangkan rezeki. Hal itu dapat dilihat dalam Surat Nuh ayat 10 hingga 12. Bahawa dengan memperbanyak istighfar, Allah akan mengirimkan hujan dan memperbanyakkan harta.

“Maka aku katakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu’, sesunguhnya Dia adalah Maha Pengampun, nescaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, memperbanyak harta dan anak-anakmu, mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) sungai-sungai untukmu”(QS. Nuh : 10-12).

5. Isteri yang gemar bersilaturahim

Isteri yang gemar menyambung silaturahim, baik kepada orang tuanya, mertuanya, sanak saudaranya, dan saudari-saudari seaqidah, pada hakikatnya dia sedang membantu suaminya memperlancar rezeki. Sebab keutamaan silaturahim adalah dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya.

“Siapa yang suka dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturrahmi.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).

6. Isteri yang suka bersedekah.

Isteri yang suka bersedekah, dia juga pada hakikatnya sedang melipatgandakan rezeki suaminya. Sebab salah satu keutamaan sedekah sebagaimana disebutkan dalam surat Al Baqarah, akan dilipatgandakan Allah hingga 700 kali lipat. Bahkan hingga berganda-ganda mengikut kehendak Allah.

Jika isteri diberi nafkah oleh suaminya, lalu sebahagiannya dia gunakan untuk sedekah, mungkin tidak langsung dibalas melaluinya. Namun boleh jadi dibalas melalui suaminya. Jadilah pekerjaan suaminya lancar, rezekinya berlimpah.

“Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir ada seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha luas lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 261).

7. Isteri yang bertaqwa.

Orang yang bertaqwa akan mendapatkan jaminan rezeki dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bahkan ia akan mendapatkan rezeki dari arah yang tak disangka-sangka. Sebagaimana firman Allah dalam surat Ath Talaq ayat 2 dan 3.

“Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka” (QS. At Thalaq: 2-3).

8. Isteri yang selalu mendoakan suaminya.

Jika seseorang ingin mendapatkan sesuatu, ia perlu mengetahui siapakah yang memilikinya. Ia tidak mungkin mendapatkan sesuatu tersebut melainkan dari pemiliknya.

Begitulah rezeki. Rezeki sebenarnya adalah milik dan pemberian dari Allah Azza wa Jalla. Dialah yang Maha Pemberi rezeki. Maka jangan hanya mengharapkan manusia namun perbanyaklah berdoa memohon kepadaNya. Doakan suami agar sentiasa mendapat limpahan rezeki dari Allah, dan yakinlah jika isteri berdoa kepada Allah untuk suaminya pasti Allah akan mengabulkannya.
“DanTuhanmu berfirman: Berdoalah kepadaKu niscaya Aku kabulkan” (QS. Ghafir: 60).

9. Isteri yang gemar Solat Dhuha.

Solat Dhuha merupakan solat sunnah yang luar biasa keutamaannya. Solat Dhuha dua raka’at setara dengan 360 sedekah. Menunaikan solat Dhuha empat rakaat, Allah akan menjamin rezekinya sepanjang hari.

“Di dalam tubuh manusia terdapat 360 sendi, yang seluruhnya harus dikeluarkan sedekahnya.” Mereka (para sahabat) bertanya, “Siapakah yang mampu melakukan itu wahai Nabiyullah?” Beliau menjawab, “Engkau membersihkan sampah yang ada di dalam masjid adalah sedekah, engkau menyingkirkan sesuatu yang mengganggu dari jalan adalah sedekah. Maka jika engkau tidak menemui (sedekah sebanyak itu), maka dua raka’at Dhuha sudah mencukupi untukmu.” (HR. Abu Dawud)

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Wahai anak Adam, janganlah engkau terlepas empat rakaat di awal harimu, nescaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu.”(HR. Ahmad).

10. Isteri yang taat dan melayani suaminya.

Salah satu kewajiban isteri kepada suami adalah mentaatinya. Selama mana perintah suami tidak mendurhakai Allah dan RasulNya, isteri wajib mentaatinya.

Apa hubungannya dengan rezeki? Ketika seorang isteri taat kepada suaminya, maka hati suaminya pun tenang dan damai. Ketika hatinya damai, dia boleh berfikir dengan lebih jernih dan kreativitinya akan datang. Semangat kerjanya pun menggunung. Ibadah juga lebih tenang, rezeki mengalir lancar.
~~~~~
Salam Silaturahim
CnP Whatsapp

Tuesday, February 2, 2021

Larangan Memboikot Sesama Muslim

.‎ุงู„ุณَّู„ุงَู…ُ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ูˆَุฑَุญْู…َุฉُ ุงู„ู„ู‡ِ ูˆَุจَุฑَูƒَุงุชُู‡

HADIS  HARI  INI
20 JUMADAL AKHIRAH 1442H
02 FEBUARI 2021
SELASA

Larangan Memboikot Sesama Muslim

ุนَู†ْ ุฃَู†َุณِ ุจْู†ِ ู…َุงู„ِูƒٍ ุฃَู†َّ ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ู‚َุงู„َ ู„َุง ุชَุจَุงุบَุถُูˆุง ูˆَู„َุง ุชَุญَุงุณَุฏُูˆุง ูˆَู„َุง ุชَุฏَุงุจَุฑُูˆุง ูˆَูƒُูˆู†ُูˆุง ุนِุจَุงุฏَ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฅِุฎْูˆَุงู†ًุง ูˆَู„َุง ูŠَุญِู„ُّ ู„ِู…ُุณْู„ِู…ٍ ุฃَู†ْ ูŠَู‡ْุฌُุฑَ ุฃَุฎَุงู‡ُ ูَูˆْู‚َ ุซَู„َุงุซِ ู„َูŠَุงู„ٍ

Dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Janganlah kalian saling membenci, janganlah saling mendengki dan janganlah kalian saling membelakangi dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara, dan tidak halal bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya melebihi tiga malam." (HR Bukhari No: 5612) Status: Hadis Sahih

Pengajaran:

1.  Islam melarang sifat saling membenci sesama Muslim.

2.  Islam juga melarang sifat saling dengki atau iri hati terhadap kelebihan orang lain

3.  Saling membelakangi atau saling bermusuh sesama Muslim adalah dilarang sama sekali

4.  Muslim dituntut saling bersaudara dan berkasih sayang

5.  Sesama Muslim dilarang  tidak bertegur sapa melebihi tiga malam.

6.  Tinggalkanlah segala umpat keji, fitnah yang mungkin dilakukan sebelum ini. Jalinkanlah kembali ikatan ukhuwah sesama muslim. Menjaga ukhuwah itu wajib seperti kita menjaga solat dan puasa.

Islam adalah agama rahmat, saling berkasih sayang, bukan membenci dan memusuhi.

‎ุจَู„ِّุบُูˆุง ุนَู†ِّู‰ ูˆَู„َูˆْ ุขูŠَุฉً

"Sampaikanlah dariku walau dengan satu ayat"(HR Bukhari)